Selasa, 26 Maret 2013

Karakteristik Individu, Karakteristik Pekerjaan, Karakteristik Organisasi dan Kepuasan Kerja Pengurus yang Dimediasi oleh Motivasi Kerja (Studi pada Pengurus KUD di Kabupaten Sleman)

oleh : Arief Subyantoro
Publikasi pada : JURNAL MANAJEMEN DAN KEWIRAUSAHAAN, VOL.11, NO. 1, MARET 2009: 11-19
ABSTRACT
KUD’s success in making the members prosperous depends very much on the management satisfaction.
The management work satisfaction are influenced by the management job characteristic. Sample are taken by cluster sampling with 137 samples, covering management of some KUD in Sleman district consisting of supervisors, chairmen, treasurers, secretaries, managers. Individual caracteristic, job characteristic and organizational characteristic are directly influential to the management satisfaction, with management motivation as mediator.
Keywords: individual characteristic, job characteristic, organizational characteristic, work satisfaction,
work motivation.

PENDAHULUAN
Pada era globalisasi ini, sejalan dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi suatu
perusahaan tidak dapat menghindari persaingan
dengan perusahaan lain. Suatu perusahaan yang ingin
berkembang harus mampu memanfaatkan
sumberdaya yang telah ada secara optimal. Kondisi
tersebut menuntut suatu organisasi atau perusahaan
untuk senantiasa melakukan berbagai inovasi guna
mengantisipasi adanya persaingan yang semakin
ketat. Organisasi di abad-21 seperti saat ini dituntut
untuk mempunyai keunggulan bersaing baik dalam
hal kualitas produk, pelayanan, biaya maupun sumber
daya manusia yang profesional.
Selain sumber daya manusia sebagai salah satu
unsur yang sangat menentukan keberhasilan suatu
organisasi, disisi lain juga sebagai . . . . .(baca_selengkapnya)


Artikel lengkap dikompilasi oleh/hubungi :
Kanaidi, SE., M.Si (Penulis, Peneliti, PeBisnis, Trainer dan Dosen Marketing Management).
e-mail ke : kana_ati@yahoo.com atau kanaidi@poltekpos.ac.id
HP. 08122353284
------------------------------- 
Butuh Artikel/Jurnal Lainnya ?, click di :
Kami memiliki beberapa Artikel/Jurnal tentang :

Analisis Pengaruh Karakteristik Pekerjaan dan Kepuasan Kerja Terhadap Performansi Kerja Operator pada Bagian Produksi

 Oleh : Hari Adianto & Yuke Agustin, I.G.A. Happy Trindira
Publikasi pada : JURNAL MANAJEMEN & KEWIRAUSAHAAN, VOL. 7, NO. 2, SEPTEMBER 2005: 125-138
ABSTRAK
Dalam persaingan dunia usaha yang semakin tinggi saat ini, perusahaan harus dapat mengembangkan dan mengolah berbagai sumber daya yang dimilikinya, antara lain sumber daya manusia. Sumber daya manusia adalah penggerak utama suatu organisasi atau perusahaan. Pencapaian tujuan perusahaan akan terlaksana bila sumber daya manusianya menunjukkan performansi kerja yang baik. Performansi kerja dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti karakteristik pekerjaan, kepuasan kerja, gaya kepemimpinan, motivasi, dan lain-lain. Penelitian ini berfokus pada faktor karakteristik pekerjaan dan kepuasan kerja sebagai faktor yang berpengaruh pada performansi kerja. Jika seorang pekerja memiliki karakteristik yang sesuai dengan pekerjaannya, maka performansi dan kepuasan kerjanya akan meningkat. Dalam penelitian ini sarana yang digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dengan responden adalah kuesioner. Responden yang menjadi objek penelitian ini adalah karyawan PT. CANDRATEX SEJATI bagian weaving, Bandung. 
Perusahaan ini merupakan suatu perusahaan tekstil yang sebagian besar hasil produksinya diekspor ke luar negeri. Identifikasi faktor yang digunakan adalah analisis faktor, lalu dilanjutkan dengan perhitungan analisis jalur yang digunakan untuk menentukan besarnya pengaruh suatu variabel ataupun beberapa variabel terhadap variabel lainnya baik pengaruh yang sifatnya langsung atau tidak langsung. Variabel karakteristik pekerjaan sebaiknya pekerja perlu meningkatkan hubungan dengan atasannya. Variabel kepuasan kerja internal sebaiknya perusahaan perlu meningkatkan inisiatif yang timbul dari dalam pekerja tanpa harus menunggu perintah lagi. Variabel kerja eksternal sebaiknya perusahaan perlu meningkatkan imbalan dan tunjangan-tunjangan yang diberikan Variabel performansi kerja sebaiknya perusahaan perlu meningkatkan tekad yang ada dalam diri pekerja agar masing-masing pekerja dapat meraih prestasinya.  

Kata kunci: karakteristik pekerjaan, kepuasan kerja, gaya kepemimpinan,
motivasi.

LATAR BELAKANG PENELITIAN
Dewasa ini tingkat persaingan dalam dunia usaha menjadi semakin tinggi. Untuk dapat bertahan dan berkembang dalam kondisi tersebut, suatu perusahaan harus bisa mengembangkan dan mengolah sumber daya yang dimiliki perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Sumber daya manusia harus terus dikembangkan, karena tak seperti mesin yang selalu melakukan aktivitas yang sama tiap waktu, manusia selalu mengalami perubahan dan perkembangan, karena perubahan yang terjadi tersebut akan menimbulkan berbagai jenis tantangan yang harus dihadapi dan diatasi dengan baik.
Pencapaian tujuan perusahaan akan terlaksana bila sumber daya manusianya menunjukkan performansi kerja yang tinggi.
Dalam studi awal yang dilakukan penulis di PT. CANDRATEX SEJATI, diketahui bahwa performansi kerja operator menurun akibat dari ketidakpuasan kerja yang diakibatkan oleh beberapa faktor dan karakteristik pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Faktor yang termasuk dalam karakteristik pekerjaan (Hackman-Oldham, 1980) adalah umpan balik, variasi keterampilan, identitas tugas, signifikansi tugas, dan otonomi. Dan untuk faktor kepuasan kerja menurut Weiss et.all (1967) (dikutip dari Fred Luthans, 1992, h.114) dimensi kepuasan kerja Minnesota terdiri 2 bagian utama yaitu . . . . . (baca_selengkapnya)


Artikel lengkap dikompilasi oleh/hubungi :
Kanaidi, SE., M.Si (Penulis, Peneliti, PeBisnis, Trainer dan Dosen Marketing Management).
e-mail ke : kana_ati@yahoo.com atau kanaidi@poltekpos.ac.id
HP. 08122353284
------------------------------- 
Butuh Artikel/Jurnal Lainnya ?, click di :
Kami memiliki beberapa Artikel/Jurnal tentang :

Selasa, 15 Januari 2013

PEMBERIAN INSENTIF KEPADA GROUP KARYAWAN BERDASARKAN KOMPETENSI SPENCER

Oleh : YUSTINA NGATILAH
Publikasi pada : Jurnal Teknik Industri Vol. 10, No. 2 Agustus 2009: 159-165

ABSTRACT
PT. Biru Sakti, merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri jasa teknik. Jasa yang ditawarkan adalah general contractors, electrical & mechanical suppliers.
Agar dapat mengetahui keberhasilan dalam pelaksanaan strategi yang dilaksanakan oleh pihak manajemen untuk mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan, maka diperlukan suatu ukuran performansi yang tepat. Dengan menggunakan rancangan pengukuran kompetensi spencer dengan dua perspektifnya yang utuh dan terintegrasi yakni ditiap tolok ukurnya diharapkan dapat secara kongkrit menggambarkan kinerja perusahaan dan dapat digunakan sebagai ukuran penilaian dalam pemberian insentif. Penelitian ini bertujuan untuk mendukung keputusan pemberian insentif kepada group karyawan dengan berdasarkan kompetensi Spencer dan Analytic Hierarchy Process sebagai pembobotan dalam pengambilan keputusan yang menyusun strategi untuk meningkatkan kinerja perusahaan.  Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder yang diperoleh dari dokumentasi , data primer diperoleh dari kuisioner pembobotan dan wawancara secara langsung. 
Berdasarkan hasil pengukuran kinerja perusahaan di PT.Biru Sakti dengan menggunakan metode Spencer dan Analityc Hierarchy Process dapat disimpulkan bahwa group karyawan A memiliki nilai prestasi kinerja 3,516. ,group karyawan B memiliki nilai prestasi kinerja 3,059, group karyawan C memiliki nilai prestasi kinerja 3,138, group karyawan D memiliki nilai prestasi kinerja 3,57 dan group karyawan E memiliki nilai prestasi kinerja 3,563.Hasil pengukuran kinerja tiao group karyawan dengan menggunakan metode Spencer dan AHP, dapat diketahui kinerja setiap group dan mempermudah pihak manajemen dalam memberikan insentif secara tepat,yaitu jumlah insentif yang seharusnya diberikan kepada setiap group kerja berdasarkan atas prestasi kinerjanya selama 3 bulan pertama pada tahun 2009, dimana group karyawan B memperoleh insentif tertinggi sebesar Rp 6.153.907,- , group karyawan D meperoleh insentif sebesar Rp6.113.469,-, group karyawan A meperoleh insentif sebesar Rp5.845.617,-, group karyawan C meperoleh insentif sebesar Rp3.669.158,- dan yang terendah group karyawan B meperoleh insentif sebesar Rp 3.217.850,-
Key words : Kompetensi spencer, Analytic Hierarchy Process, pengukuran kinerja

PENDAHULUAN
Pengukuran kinerja di PT. Biru Sakti
masih bersifat konvensional, dikatakan bersifat
konvensional sebab dalam pengukuran kinerjanya
PT. Biru Sakti hanya menggunakan tolak
ukur dengan perspektif keuangan saja sebagai
pedoman untuk menilai keberhasilan suatu kinerja
perusahaan yang hanya menggambarkan kinerja
pada sisi dalam perusahaan (internal), padahal
dalam pengukuran kinerja ada beberapa faktor
yang mempengaruhi dan harus diperhatikan.
Sehingga pihak perusahaan dalam pemberian
insentif kepada group karyawan berdasarkan atas
bagi hasil hal ini kurang memuaskan oleh group
karyawan.
PT. Biru Sakti memerlukan sistem pendukung
keputusan dalam memberikan insentif secara
terintegrasi dan . . . . .. (baca_selengkapnya)


Artikel lengkap dikompilasi oleh/hubungi :
Kanaidi, SE., M.Si (Penulis, Peneliti, PeBisnis, Trainer dan Dosen Marketing Management).
e-mail ke : kana_ati@yahoo.com atau kanaidi@poltekpos.ac.id
HP. 08122353284
------------------------------- 
Butuh Artikel/Jurnal Lainnya ?, click di :
Kami memiliki beberapa Artikel/Jurnal tentang :

PEMBERIAN INSENTIF DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA DAN TINGKAT KERUSAKAN PRODUKSI (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN BATAKO CV KACIMA PALANGKA RAYA)

Oleh : Margo Tando Binti
Publikasi pada : SOSIOSCIENTIA - Jurnal Ilmu Sosial, FEBRUARI 2011, Vol.3 No. 1

Abstract 
In order to motivate employees to improve productivity, provision of incentives is necessary.Observations on the provision of incentives was also influenced by the increasing number of damaged goods because employees raced to increase the quantity of production but sacrificing quality.
The results of a Batako company in Palangkaraya in which the provision of incentives in a particular level has a positive and meaningful to the increased production.But in the observation phase of the incentives that were raised have an impact on increasing the level of damage results in a positive way and means of production that result in loss of the company.
Kata Kunci: insentif, produktivitas, kerusakan produksi

PENDAHULUAN
Banyak manajer atau pimpinan perusahaan
tidak menyadari bahwa upaya meningkatkan
produktivitas melalui insentif sesungguhnya
mempunyai keburukan. Keburukan
tersebut salah satu indikatornya adalah kerusakan
hasil produksi, hal ini yang sering
tidak disadari bagi pengambil keputusan dalam
memberikan insentif guna meningkatkan
produktivitas tenaga.
Mengapa hal ini terjadi? Karena jika
insentif diberikan secara berlebihan justru
akan mendorong (memotivasi) tenaga kerja
untuk melakukan kegiatan produksi sepenuh
kemampuannya (memotivasi berlebihan), akibatnya
mereka tidak memperdulikan kualitas
produk tetapi lebih mementingkan kuantitas
(jumlah), adanya rasa kelelahan merupakan
batas kemampuan fisik tenaga kerja, dan ........... (baca_selengkapnya)


Artikel lengkap dikompilasi oleh/hubungi :
Kanaidi, SE., M.Si (Penulis, Peneliti, PeBisnis, Trainer dan Dosen Marketing Management).
e-mail ke : kana_ati@yahoo.com atau kanaidi@poltekpos.ac.id
HP. 08122353284
------------------------------- 
Butuh Artikel/Jurnal Lainnya ?, click di :
Kami memiliki beberapa Artikel/Jurnal tentang :

KAJIAN TEORITIS ANALISA HUBUNGAN PEMBERIAN INSENTIF DENGAN SEMANGAT KERJA KARYAWAN

oleh : Tiolina Evi
Publikasi pada : Seminar Nasional Informatika 2009 (semnasIF 2009) UPN ”Veteran” Yogyakarta, 23 Mei 2009. ISSN: 1979-2328

 Abstract
The research methodology includes field research and library research. The primary data were  obtained from the field by collected from library research. In addition qualitative and quantitative analyses techniques are used to analyze the data. The objective is to analyze how far the relationship of. incentive giving with employees work enthusiasm at the production department
The result from this research reveals that incentive giving has been done correctly according to the guidance. It is related to the employees work enthusiasm level. Based on the entire analysis result incentive giving related with the increasing of work enthusiasm on the employees at the production department.
Key words : Incentive, The Company, Employees, The Spirit of work, Financial

1. PENDAHULUAN
Pada saat seperti sekarang ini, dimana negara Indonesia sedang giat melakukan pembangunan di segala bidang termasuk pembangunan sumber daya manusia. Hal ini disebabkan oleh salah satu sumber modal dasar pembangunan nasional adalah jumlah penduduk yang sangat besar, yang bila dibina dengan baik dapat menjadi tenaga kerja yang baik serta akan menjadi modal pembangunan yang menguntungkan.
Sejalan dengan pembangunan ini pengembangan mutu sumber daya manusia merupakan salah satu masalah besar yang sering dihadapi oleh banyak perusahaan. Karena didalam suatu perusahaan sumber daya manusia memegang peranan yang sangat penting dalam usaha dan kegiatannya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan oleh perusahaan. Tanpa adanya sumber daya manusia , maka faktor-faktor produksi lainnya tidak akan berarti banyak walaupun perusahaan telah memiliki  rencana-rencana serta pengawasan yang baik dan sempuma.
Dalam menjalankan tugas dan fungsinya pada perusahaan, unsur manusia (dalam hal ini karyawan) perlu senantiasa dimotivasi dan diarahkan, sehingga mereka dapat . . . . . . .. (baca_selengkapnya)


Artikel lengkap dikompilasi oleh/hubungi :
Kanaidi, SE., M.Si (Penulis, Peneliti, PeBisnis, Trainer dan Dosen Marketing Management).
e-mail ke : kana_ati@yahoo.com atau kanaidi@poltekpos.ac.id
HP. 08122353284
------------------------------- 
Butuh Artikel/Jurnal Lainnya ?, click di :
Kami memiliki beberapa Artikel/Jurnal tentang :

Kamis, 29 November 2012

Konsep Kepemimpinan dalam Perubahan Organisasi (Organizational Change) pada Perpustakaan Perguruan Tinggi

oleh :  Irawaty A. Kahar
Publikasi pada : Jurnal Studi Perpustakaan dan Informasi, Vol.4, No.1, Juni 2008

Abstract
Success in the organizational change is determined by leadeship, because leadership with leader is who implementing and planning change. This paper is aimed at obtaining information to related the effect of leadeship with many aspeks on organizational change. Based on those teories reveals that some aspecs of leadersip with (1) visionary leader, (2) comunicator leader, (3) leader as change agent, (4) (leader as coach) and leader as Technology information analysis,could be enhanced and improved organizational change. Therefore this aspecs can be used for achieved organizational change special at University libraries.
Keywords: Leadersip, Organizational Change

1. Pendahuluan
Era globalisasi telah mengubah dunia menjadi
seakan tanpa batas, perkembangan ilmu
pengetahuan kian pesat dan pada waktu yang
sama di tempat yang berbeda informasi dapat
diperoleh dengan mudah. Sebagai
konsekuensi logis terjadilah ledakan informasi
yang tentunya memerlukan suatu teknologi
yaitu teknologi informasi untuk dapat
mengakses dan menyebarluaskan informasi
tersebut dengan cepat.
Pesatnya kemajuan teknologi informasi
dewasa ini berdampak cukup luas terhadap
semua lini kehidupan, termasuk kehidupan
organisasi salah satunya adalah organisasi
perpustakaan perguruan tinggi. Ditambah lagi
dengan kehidupan masyarakat global yang
penuh tantangan menuntut organisasi
perpustakaan perguruan tinggi dengan
segenap potensi dan misi mampu
menempatkan diri dalam konteks lingkungan
strategis yang selalu berubah.. . . ..  (baca_selengkapnya )

Artikel lengkap dikompilasi oleh/hubungi :
Kanaidi, SE., M.Si (Penulis, Peneliti, PeBisnis, Trainer dan Dosen Marketing Management).
e-mail ke : kana_ati@yahoo.com atau kanaidi@poltekpos.ac.id
HP. 08122353284
-------------------------------
Butuh Artikel/Jurnal Lainnya ?, click di :
E:\K A N A I D I\Data\My Docu\aKEN\JOURNAL\Change Mangement